Baiklah, tanpa panjang lebar lagi  kita lakukan pembuatan pakan ternak ala HCS ini.  Untuk yang pertama, seperti biasa kita lakukan persiapan-persiapan. Apa saja yang harus dipersiapkan ? Ini dia…….

1. Persiapan Peralatan

    gelas ukur plastik
  • Terpal, sebagai alas untuk pencampuran bahan
  • Timbangan, untuk menimbang bahan.  Jenis timbangan terserah anda.
  • Gelas ukur plastik. Kemarin saya pakai yang 1000 ml,                           gunanya ya untuk ngukur berapa liter air yang dibutuhkan. Alat lain bisa dipakai, misalnya pakai gayung ukuran 1 liter. Saya lebih senang pakai ini karena skala volume-nya lebih jelas.
  • Ember plastik kapasitas minimal 5 liter
  • Sekop atau alat apa saja yang fungsinya untuk membantu saat pencampuran bahan
  • Sprayer, saya memakai sprayer dengan kapasitas 5 liter. Sudah dilengkapi pompa biar ga pegel tangan. Fungsinya biar nanti larutan SOC bisa tersebar merata.
  • Tong plastik atau kantong plastik, untuk tempat fermentasi bahan-bahan
  • Golok, atau pisau, atau parang, terserah anda, fungsinya nanti untuk mencacah atau mengiris gedebog pisang.

2. Persiapan Bahan

Siapkan bahan-bahan sesuai tabel berikut.  Untuk pembuatan pakan dengan jumlah yang berbeda, jumlah takaran bahan-bahan bisa disesuaikan.

NO NAMA BAHAN JUMLAH (TAKARAN)
1 Pohon Pisang 100  kg
2 Ampas Tahu 15  kg
3 Dedak/katul 3  kg
4 Gula Pasir 100 gram
5 Garam 250 gram
6 SOC HCS 30 cc (3 tutup botol SOC)

3. CARA PEMBUATAN

  • Hamparkan terpal di tempat teduh, maksudnya biar kita tidak kepanasan selama pengerjaan, dan mengurangi resiko rusak atau matinya inokulum.
  • Di atas terpal tadi, dengan beralaskan kayu, pohon pisang dipotong-potong sampai ukuran kurang lebih 3 x 4 cm
  • Kemudian campurkan ke dalam pohon pisang yang sudah dipotong-potong tadi masing-masing ampas tahu dan dedak. Campur dan aduk sampai merata.
  • Buat larutan bibit fermentasi dengan cara : 30 cc SOC HCS (3 tutup botol SOC) dimasukkan ke dalam 1 (satu) liter air, tambahkan 100 gram gula pasir lalu diaduk sampai larut. Larutan ini kemudian didiamkan selama 15 menit.
  • Setelah 15 menit, larutan bibit fermentasi tadi dimasukkan ke dalam 10 liter air (pakai ember). Aduk sampai larut.
  • Larutan baru tersebut kemudian masukkan ke dalam sprayer dan disemprotkan ke dalam bahan pakan (potongan pohon pisang dkk.) secara merata sambil diaduk.
  • Kemudian taburkan 250 gram garam ke dalam bahan sambil diaduk secara merata.
  • Langkah terakhir, masukkan bahan pakan tersebut ka dalam tong plastik atau kantong plastik dan ditutup rapat (kedap udara) selama 1-3 jam.
  • Setelah selesai, pakan hasil fermentasi tersebut siap diberikan pada ternak kambing atau domba.

4. KETERANGAN

  • Sebelum pakan buatan diberikan pada ternak, terlebih dahulu bersihkan ternak (mandi) dan kandangnya.  Bila perlu, ternak diberi vitamin B terlebih dahulu atau dicekok/dicontang dengan 2-3 cc (1 tutup botol) SOC HCS agar nafsu makannya meningkat.
  • Masukkan kambing atau domba ke dalam kandang dan biarkan dulu untuk adaptasi dan JANGAN DIBERI MAKAN
  • Untuk proses adaptasi, pertama-tama berikan pakan buatan dicampur dengan pakan biasa yang telah disemprot SOC HCS.
  • Selama 1 – 7 hari, tiap pagi ternak diberi pakan seperti biasa yang telah disemprot SOC HCS, sore harinya diberi pakan buatan agar terbiasa.  Selanjutnya akan normal dengan pakan buatan.
  • Pengalaman saya, kecepatan adaptasi kambing atau domba berbeda-beda. Ada yang pada saat pertama diberi langsung menyukai pakan buatan ini, namun ada pula yang perlu waktu sampai 2 hari untuk adaptasi sampai benar-benar berpindah ke pakan buatan.
  • Satu hal lagi, atur kadar air jangan terlalu tinggi.  Bila terlalu tinggi atau basah, hasil fermentasi tidak optimal dan kurang tahan lama.

5. MANFAAT PAKAN HASIL FERMENTASI BASAH

  • Pakan hasil fermentasi akan lebih mudah dicerna sehingga penyerapan nutrisi bisa optimal
  • Dengan pola ini, kebutuhan nutrisi dalam pakan sudah terpenuhi sehingga pertumbuhan ternak akan lebih cepat dibandingkan dengan diberi pakan biasa (rumput), biasanya pertumbuhan 2 – 4 kali meningkat dibandingkan pakan biasa. Rata-rata 2,5 – 14 kg/minggu, sedangkan tanpa SOC rata-rata 2,5 kg/bulan.
  • Daging ternak tidak banyak mengandung lemak karena komposisi pakan sudah ideal
  • Nutrisi pakan berupa vitamin tercukupi dengan adanya kandungan SOC HCS dalam pakan
  • Limbah kotoran ternak tidak bau seperti kalau diberi pakan biasa. Dengan demikian lingkungan akan tetap sehat.  Silahkan bandingkan….
  • Menghilangkan kebiasaan mencari rumput atau ngarit dan angon.
catatan : sebagai dasar tentang fermentasi ini, anda dapat membaca pula DI SINI
BERIKUT BEBERAPA FOTO PROSES PEMBUATAN PAKAN KAMBING DENGAN FERMENTASI BASAH
POHON PISANG
KATUL ATAU DEDAK
AMPAS TAHU
IMG-20140125-00916
IMG-20140125-00917
IMG-20140125-00918
IMG-20140125-00920
IMG-20140125-00921
IMG-20140125-00922
SELAMAT MENCOBA DAN MEMBUKTIKAN !!!!
ATAU SAKSIKAN VIDEO BERIKUT MENGENAI ADAPTASI DOMBA BERGANTI PAKAN